Langsung ke konten utama

Cara Packing Jahe agar Aman di Perjalanan Jarak Jauh

 Cara Packing Jahe agar Aman di Perjalanan Jarak Jauh

Masa panen jahe merah bagi petani merupakan saat yang sangat membahagiakan. Karena dalam waktu dekat akan memperoleh hasil dari tanaman yang dirawat selama berbulan-bulan. Apalagi di saat harga jual cukup baik, memungkinkan petani mendapatkan keuntungan cukup besar dari kebunnya.

Di Indonesia pemanfaatan jahe telah dilakukan untuk berbagai olahan, mulai dari bumbu masakan hingga di produksi pabrik menjadi berbagai produk minuman kesehatan. Tentu saja, kebutuhan tumbuhan ini menjadi meningkat sesuai permintaan pasar. Oleh sebab itu, menjadi salah satu komoditi agribisnis yang menjanjikan.

Bukan hanya rimpangnya yang diperjualbelikan, tapi juga bibit dari tanaman ini. Sebab banyak petani yang membutuhkan tanaman berkualitas baik untuk menjamin hasil panen melimpah dengan kualitas terbaik. Berikut ini adalah salah satu cara packing dengan metode tunas agar aman walaupun harus dikirim luar daerah.


 

Cara Packing Bibit Tanaman Jahe Metode Tunas

Ada 2 macam metode pengolahan bibit untuk tanaman rimpang, yaitu menggunakan metode rimpang dan tunas. Keduanya dapat memberikan hasil yang sama-sama bagus asalkan sebelumnya sudah dipastikan bahwa tanaman bebas penyakit dan perawatannya sesuai seharusnya. Yaitu diberikan pupuk, penyiraman, juga terkena sinar matahari cukup.

Dalam membudidayakan tanaman jahe diperlukan tumbuhan unggul. Bisa didapatkan langsung dari perkebunan yang memang khusus membuat dan menjual bibit-bibit pilihan dan melayani penjualan dalam jumlah kecil maupun besar. Biasanya cara packing yang dilakukan agar aman adalah dengan cara:

1.      Menyiapkan bibit yang diambil langsung dari kebun.

2.      Mencampur tanah dengan sekam sebagai media untuk menjaga kelembapan tanaman saat dalam perjalanan.

3.      Menyiapkan pembungkus berupa plastik packing.

4.      Membungkus bagian rimpang dengan tanah bercampur sekam yang ditimbang beratnya terlebih dahulu.

5.      Kemudian membungkus bagian luar dengan plastik packing.

Pemanfaatan jahe dalam dunia bisnis ternyata bukan hanya dengan menjual atau mengolah rimpangnya saja. Namun, juga bisa didapatkan dari bibitnya. Apabila Anda tertarik untuk melakukan kegiatan agribisnis ini sebagai langkah awal dapat membeli bibit unggul terlebih dahulu.

Dapatkan informasi lebih lanjut di https://www.instagram.com/agribisnisumatera atau melalui Youtube https://www.youtube.com/watch?v=etz91wqbIVE. Untuk merasakan masa panen jahe merah melimpah, beli bibit tidak boleh sembarangan. Hubungi telepon 081818185112 atau mengunjungi toko online di marketplace  https://www.tokopedia.com/bibitja dan https://shopee.co.id/bibitjahemerah agar mendapatkan bibit kualitas terbaik.

Kunjungi channel youtube kami Bisnis Sumatra jangan lupa like, komen, share dan subscribe.
 



Tokopedia                                                Bukalapak                                          Shopee
 

Info pemesanan
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Jahe Merah Umur 7 Bulan

Review Jahe Merah Umur 7 Bulan Jahe merah merupakan salah satu komoditi agribisnis yang sangat laku di pasaran Indonesia, bahkan sebagian produk juga sudah diekspor ke luar negeri. Banyaknya keuntungan yang bisa diraih dengan membudidayakan tanaman ini, membuat banyak orang tertarik. Apalagi dengan penggunaan sistem penanaman polybag membuat masa panen jahe merah menjadi lebih singkat. Di usia 7 bulan sejak penanaman, Anda sudah dapat melihat hasil dari tanaman ini dan bisa melakukan panen. Berikut informasi mengenai kondisi tumbuhan rimpang ini ketika memasuki usia 7 bulan.   Masa Panen Jahe Merah di Umur 7 Bulan Sebelumnya, petani membutuhkan masa tanam mencapai satu tahun sebelum bisa memanen tumbuhan rimpang yang belakangan sangat diminati di Indonesia ini. Namun, sekarang proses pembudidayaannya dapat dipersingkat hingga hanya perlu menunggu 210 hari dan bisa melakukan panen. Dengan perawatan yang tepat, mulai dari penanaman, pemberian pupuk, pemberian sinar matah...

Jarak Ideal Penanaman Jahe Merah

Jarak Ideal Penanaman Jahe Merah Air jahe menjadi salah satu hasil saringan taman rimpang yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia. Selain menjadi anti-oksidan juga bisa dijadikan bahan menambah cita rasa makanan. Terutama di Indonesia tanaman ini sangat digemari. Bahkan di tengah pandemi semakin diburu. Karena semakin banyak orang mengerti akan pemanfaatan jahe sehingga membuat tanaman satu ini sangat dibutuhkan di masyrakat. Oleh sebab itu, membudidayakannya menjadi salah satu hal yang kini digiatkan oleh petani. Bahkan orang dengan background non-pertanian juga mencobanya. Salah satu pengetahuan penting yang harus dimiliki oleh seorang petani adalah jarak ideal menanam antar pohon/tanaman. Sebab jika terlalu dekat akan menggang g u pertumbuhan dan bila terlalu jauh membuat penggunaan lahan menjadi kurang optimal. Berikut penjelasan mengenai pemberian jarak per tanaman.   Jarak yang Ideal Antar Tanaman Air jahe merupakan sari dari tumbuhan dengan aroma wangi yang seg...

Tips Memperbanyak Tunas pada Tanaman Jahe

Tips Memperbanyak Tunas pada Tanaman Jahe Banyak orang berpendapat bahwa berkebun jahe putih sangat penting untuk memulai dengan tanah yang luas dan berada di lokasi strategis. Sebenarnya, tidaklah mesti demikian. Anda tetap bisa bertani dengan kondisi tanah tidak terlalu lebar bahkan dengan lokasi di pinggiran jalan. Caranya dengan memanfaatkan polybag dan karung-karung bekas yang diisi tanah dan tanaman di dalamnya. Meskipun ditanam dengan media seperti ini harga jahe yang dihasilkan tetap tinggi karena kualitas hasil panen yang baik dan kebutuhan akan tanaman ini makin tinggi. Sebab salah satu keunggulan dari tumbuhan rimpang ini adalah dapat dikonsumsi menjadi minuman yang menguatkan system imun. Apabila Anda tertarik mengenai cara membudidayakan tanaman ini, kali ini kami memiliki tips bagaimana memperbanyak tunas sehingga merangsang rimpang tumbuh semakin besar.   Cara Cepat untuk Memperbanyak Tunas Dalam membudidayakan tanaman jahe putih , Anda sebenarnya tidak ...